Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi Secara Alami

Kadar kolesterol yang tinggi merupakan salah satu masalah metbolik yang menjadi penyebab dari timbulnya masalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Adanya penumpukan yang trjadi pada deposit lemak pada dinding pembluh darah bisa menimbulkan sumbatan pembuluh darah atau yang biasa dikenal dengan istilah asterosklerosis. Penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah koroner jantung biasa disebut dengan penyakit jantung koroner. Perlu diketahui, bahwa aterosklerosis bisa juga terjadi pada dinding pembuluh darah otak, ginjal, dan juga alat gerak atau kaki, dan berbagai organ tubuh lainnya.

Penyebab dari kolesterol darah tinggi salah satunya adalah karena kegemukan atau obesitas. Orang yang memiliki kelebihan berat badan cenderung memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang bertubuh normal. Kegemukan juga bisa menjadi faktor resiko dari timbulnya penyakit kardiovaskular. Namun perlu diingat, postur tubuh yang kurus atau normal tidak menjadi jaminan jika kadar kolesterol darahnya normal sebelum dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Cara menurunkan kolesterol darah tinggi secara alami bisa dilakukan dengan mengurangi asupan lemak di dalam makanan.

Cara mengurangi asupan lemak di dalam makanan bisa dilakukan dengan dibawah ini :

  1. Pilih camilan berupa buah-buahan yang segara atau kacang-kacangan yang tidak digoreng dengan minyak
  2. Hindarilah camilan yang berupa keripik, kue kering, kue basah, dan kerupuk baik yang dbuat dari dapur sendiri atau pabrik karena mengandung lemak dan lemak trans.
  3. Batasi cemilan dari sumber hewani misalnya dari daging, kulit, telur, dan susu, keripik kulit, keju, es krim yang pasti merupakan sumber kolesterol tinggi

Cara menurunnkan kolesterol tinggi secara alami  adalah dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan di dalam tubuh. Serat merupakan salah satu karbohidrat yang kompleks yang tidak bisa dicerna. Karena sifat inilah serat makanan memiliki berbagai manfaat baik.

Manfaat baik yang dihasilkan dari serat adalah memberikan rasa kenyang sehingga megurangi jumlah dan porsi makan. Alhasil, konsumsi serat bisa mencegah terjadi kegemukan. Jika kegemukan terhindari, maka bisa menunjang pengaruh baik untuk cara menurunkan kolesterol tinggi secara alami juga akan secara otomatis bisa dicegah.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kadar Kolesterol Darah Yang Tinggi

Kadar kolesterol darah yang tinggi adalah suatu kondisi saat nilai kolesterol total darah meningkat diatas nilai normal (>240 mg/dL). Dalam istilah medis kadar kolesterol tinggi sering disebyut dengan hiperkolesterolemia atau salah satu jenis kelainan profil lemak darah atau dislipidemia. Adanya disiplidemia ditandai dengan tingginya kadar kolesterol LDL dan kadar trogliserida serta kadar kolesterol HDL yang rendah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyumbat pembuluh darah pada jantung dan otak, yang bisa menimbulkan keluhan nyeri dada, serta bisa menimbulkan gangguan sirkulasi darah ke otak.

Kekauan pembuluh darah akibat kadar kolesterol yang tinggi turut berperan menimbulkan gejala hipertensi, seperti pising dan tengkuk yang terasa beratl. Adanya suatu kelainan profil lemak lain seperti tingginya kadar trogliserida bisa juga menimbulkan suatu pembesaran organ liver atau hati dan juga lien atau limfa serta terjadinya radang panjreas atau pancreatitis.

Banyak penyebab yang bisa menimbulkan masalah mengapa penyebab kadar kolesterol yang tinggi. Kadar kolesterol darah yang tinggi bisa muncul karena suatu penyakit atau tanpada adanya penyakit. Beberapa penyebab dari terjadinya penyakit kolesterol yang tinggi adalah beberapa berikut ini :

  1. Hiperkolesterolemia primer
    Pada sebagian kasus besar biasanya kolesterol tinggi bukan karena adanya suatu penyakit tertentu tetapi disebabkan adanya beberapa faktor resiko lain. Keadaan ini biasanya sering disebut dengan hiperkolesterolemia primer. Beberapa faktor penyebab hiperkolesterolemia primer adalah pola makan, pola aktivitas, kegemukan, dan faktor keturunan.
  2. Hiperkolesterolemia Sekunder
    Pada sebagian besar kasus, kehadian kadar kolesterol tinggi merupakan akibat adanya suatu penyakit. Kejadian hiperkolesterolemia sekunder ini bisa disebabkan oleh penyakit primer misalnya adalah penyakit diabetes melitus atau kencing manis. Hipotiroid, sindrom nefrotik, gagal ginjal kronik, penyakit hati obstruktif, keganasan dan sindrom chusing. Apabila penyakit primer penyebab hiperkolesterolemia tidak dotanganni maka kadar kolesterol tetap tinggi. Pada umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna mendeteksi adanya suatu penyakit yang menyebabkan keadaan kolesterol menjadi tinggi.

Kadar kolesterol darah yang tinggi bukan perkara yang sederhana. Kejadian tersebut memiliki dampak fatal terhadap timbulnya penyakit ppembuluh darah pada beberapa organ tubuh seperti otak dan jantung.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Faktor Yang Mempengaruhi Kolesterol Darah

Faktor resiko suatu penyakit adalahfaktor-faktor yang diyakini meningkatkan resiko timbulnya penyakit koleesterol yang bersangkutan. Penyakit jantung koroner bukan merupakan suatu penyakit manusia lanjut atau nasib buruk yang tidak dapat hindari. Pola hidup atau tingkah laku seseorang (personal behavior) memegang peran yang sangat penting penting dalam membentuka derajat kesehatan.

Menurut American Heart Associaton, faktor resiko dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut :

  1. Faktor resiko utama (major risk factor) yakni faktor resiko yang diyakini secara langsing meningkatkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner, seperti kadar kolesterol darah yang abnormal, tekanan darah tinggi dan merokok.
  2. Faktor resiko yang tidak langsung (contributing risk factor) yakni faktor resiko yang dapat diasosiasikan dengan timbulnya penyakit jantung koroner. Hubungan antara faktor tersebut dan penyakit jantung koroner seringkali bersifat tidak langsung. Golongan faktor resiko terutama diabetes mellitus, kegemukan, tidak aktif dalam aktivitas dan stress.
  3. Faktor resiko alami, yakni faktor resiko karena keturunan, jenis kelamin dan usia

Faktor resiko utama dan tidak langsung dapat diperbaiki atau dihilangkan, sedangkan faktor resiko Alami tidak dapat diperbaiki atau diubah. Faktor resiko seringkali berkaitan satu dengan yang lain atau berkombinasi, misalnya diabetes dengan kegemukan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada kalanya faktor resiko yang satu mendorong timbulnya faktor resiko yang lain, seperti merokok dapat menyebabkan kadar kolesterol yang tidak normal.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kolesterol Terhadap Jantung

Kolesterol yang berlebihan bisa menempel di dinding pembuluh darah sehingga pembuluh darah menyempit dan aliran darah tidak lancar. Inilah mengapa, kolesterol menjadi salah satu faktor resiko penyakit jantung.

Dulu, kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia bisa terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Namun sekarang, penelitian tahun 2004 di Indonesia menunjukkan bahwa 9,3% hiperkolesterolemia terjadi diusia muda yakni 25-34 tahun. Tidak mengherankan National Heart, Lung, And Blood Institute di Amerika Serikat menganjurkan untuk rutin memeriksa kadar kolesterol selewat usia 20 tahun. Tujuannya memperkirakan resiko terhadap penyakit jantung.

Seberapa penting kita perlu memeriksa kadar kolesterol? Berbeda untuk setiap orang sesuai dengan kondisinya. Di usia dewasa (≥ 20 tahun), disarankan untuk melakukan pemeriksaan setidaknya 1x dalam lima tahun; biasanya mencakup pemeriksaan kolesterol LDL, HDL, dan total kolesterol, serta dikombinasi dengan tes trigliserid. Ini sering disebut tes profil lipid (lemak).

Bagi mereka yang telah dianjurkan untuk melakukan diet rendah kolesterol dan/atau mengonsumsi obat penurun kolesterol, harus lebih sering. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan beberapa kali dalam setahun. Ini disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan kolesterolnya. Dokter yang akan menentukan, perlu periksa tiap berapa bulan. Lakukan apa yang disarankan dokter, karena ini penting untuk melihat keberhasilan terapi dan memperkirakan resiko penyakit jantung.

Mereka yang memiliki satu atau lebih faktor resiko terhadap penyakit jantung, juga harus lebih sering diperiksa. Ini meliputi: merokok, usia (≥45 tahun untuk pria, ≥55 tahun untuk wanita), hipertensi (tekanan darah ≥ 140/90 mmHg atau mengonsumsi obat anti hiprtensi), riwayat penyakit jantung usia muda di keluarga, memiliki penyakit jantung atau pernag mengalami serangan jantung dan diabetes melitus.

Kelompok lain yang perlu melakukan tes kolesterol secara  berkala uakni usia < 20 tahun dengan faktor resiko : riwayat penyakit jantung dikeluarga, kegemukan atau obesitas, sering mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak, diabetes, hipertensi dan merokok.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment